Jumat, 08 April 2016

CSS pada elemen tabel

Penerapan CSS pada elemen tabel

1) Konsep dasar model box
     Pada dasarnya elemen dari HTML adalah model box. Istilah model box ini digunakan pada saat membahas desain dan layout. Model box memungkinkan untuk membuat border disekeliling elemen dan space elemen yang saling berhubungan.
Bagian - bagian model box
  • Margin Daerah                    paling diluar yang membatasi dengan elemen HTML yang lainnya dan tidak berwarna 
  • Border Border                      mengelilingi padding dan content. Garis yang mempunyai warna dan ketebalan 
  • Padding                                Area yang mengelilingi content. Warna padding dipengaruhu oleh background dari box 
  • Content                                 Isi dari box, bisa berupa teks maupun gambar
       Ketika menentukan width dan height dari properti elemen dengan menerapkan CSS, sebenarnya itu hanya mendefiniskan area content saja sehingga jika menginginkan keseluruhan eleme box maka harus diperhitungkan juga marginborder-padding

2) Pengaturan border tabel 
     CSS dapat digunakan untuk memformat border atau garis tepi dari sebuah tabel. Format yang dapat dilakukan meliputi jenis garis (dotted, solid, dan lainlain), warna border, ketebalan garis tepi dan sebagainya. Demikian pula warna dari sebuah sel, dapat diatur dengan CSS. Berikut adalah contoh penerapan style border pada tabel dengan style sebagai berikut {border:1px solid black;} dan listing kode lengkapnya seperti dibawah ini 
<html>
<head>
<style>
table,th,td
{ border:1px solid black; }
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Berikut ini contoh pengaturan property border-collapse:collapse; yang menghasilkan tampilan garis single pada tabel
<html>
<head>
<style>
table
{ border-collapse:collapse; }
table, td, th
{ border:1px solid black; }
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Pada saat memberikan style border  {border:1px solid black;}  Hal ini berarti seluruh border akan efek terkena 1px solid black; baik bagian atas (top),bagian bawah(bottom), bagian kiri(left) ataupun kanan (right). Border dapat dikenai style untuk area tertentu saja karena border dapat diseting untuk border bawah atas kanan dan kiri seperti pada style berikut : 
<style>
table,th,td
{ border-top: 2px solid red;
 border-right: 2px solid green;
 border-left: 2px solid blue;
 border-bottom: 2px solid #DD4A04; }
</style>

3) Pengaturan lebar dan tinggi tabel 
Lebar dan tinggi dari sebuah tabel didefinisikan dalam property width dan height Contoh berikut ini mengatur lebar tabel 100% dan tinggi dari elemen th adalah 50px.
 table {width:100%; }
 th { height:50px; } 
Berikut ini penerapan style width dan height dalam sebuah tabel
<html>
<head>
<style>
table,td,th
{ border:1px solid black; }
table
{ width:100%; }
th
{ height:50px; }
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

4) Pengaturan text-align pada tabel
    Teks dalam tabel diatur dengan properti.text-align dan vertical-align . Nilai dari properti text-align untuk horizontal alignment adalah left, right, atau center.
 Td 
{ text-align:right; } 
Nilai dari properti text-align untuk horizontal alignment adalah top, bottom, or middle. 
Td
 { height:50px;vertical-align:bottom; } 
Berikut ini penerapan style text-align dalam sebuah tabel, dimana teks diatur dengan posisi rata kanan 
<html>
<head>
<style>
table,td,th
{ border:1px solid black; }
td
{ <body> text-align:right;height:50px;
vertical-align:bottom;}
</style>
</head>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

5) Pengaturan padding tabel 
Padding adalah jarak antara isi atau content, berupa teks ataupun gambar dengan batas dalam dari sel tersebut. Style padding ini dapat diterapkan pada elemen HTML (kolom). Ukuran yang digunakan dapat berupa cm, atau px (piksel). Property style untuk pengaturan padding yang mengelilingi content adalah td{ padding:15px; } Padding dapat pula diatur untuk bagian tertentu saja, misalnya adalah : 
 - padding-top jarak dari atas sel. 
 - padding-buttom jarak dari bawah sel. 
 - padding-left jarak dari kiri sel. 
 - padding-right jarak dari kanan sel. 
Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan style padding pada tabel :
<html>
<head>
<style>
table,td,th
{ border:1px solid black; }
td
{ text-align:right;height:50px;vertical-align:bottom;
padding:15px; }
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayand</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati ra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
     Jika menginginkan padding diarea tertentu saja, misalnya padding untuk area
kanan maka dapat diterap padding-right
<html>
<head>
<style>
table,td,th
{ border:1px solid black; }
td
{ text-align:right;height:50px;vertical-align:bottom;
padding-right: 70px; }
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr><tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

6) Pengaturan warna pada table 
Pewarnaan pada tabel dapat digunakan untuk mengatur warna pada teks,background maupun border. table, td, th 
{ border:1px solid green; } 
Style diatas akan memberikan efek warna green pada border table,data (td) dan header tabel (th). Style warna juga bisa diberikan hanya pada bagian tertentu saja, misalnya bagian header tabel (th) seperti pada listing css dibawah 
Th { background-color:green; color:white; }
Header tabel akan berwarna green dan teksnya berwarna putih. Penerapan
style diatas pada sebuah tabel akan terlihat pada contoh berikut :
<html>
<head>
<style>
table, td, th
{ border:1px solid green; }
th
{ background-color:green;color:white;}
</style>
</head>
<body>
<table>
<tr>
<th>Nama Depan</th>
<th>Nama</th>
</tr>
<tr>
<td>Adelin</td>
<td>Larasati</td>
</tr>
<tr>
<td>Novero</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
<tr>
<td>Adika</td>
<td>Dayandra</td>
</tr>
</table>
</body>
</html>
Ketika pada td tidak diberi style seperti pada style berikut :
<style>
table,th
{ border:1px solid green; }
th
{ background-color:green;color:white; }
</style>

CSS untuk Format Multimedia

Menyajikan Cascading Style Sheet untuk Memformat Tampilan Multimedia 

      Cascading style sheet dapat pula diterapkan pada elemen-elemen HTML multimedia, diantaranya gambar,video,audio.

1) Cascading style sheet pada tampilan gambar
CSS berperan penting dalam menyajikan informasi dengan visual yang lebih
baik, lebih optimal dari sisi penulisan serta lebih disenangi oleh mesin pencari.
CSS dapat diterapkan hampir pada semua objek yang disisipkan dalam tag
html baik itu tulisan, tabel dan gambar maupun objek lainya. Untuk mengatur
gambar dapat dituliskan secara inline seperti contoh berikut :
<img src="nama-file-gambar" width="lebar" height="tinggi" alt="text" title="text" border="1" />
Selain dengan cara inline , stlyle CSS dapat diberikan secara embed ataupun
eksternal CSS. Berikut terdapat tiga gambar yang diberi style dimana ukuran
ketiga gambar dibuat sama 200 x 200 dan margin atas gambar adalah 10px
sehingga antar gambar terlihat ada jarak
Contoh Script

<! DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<tittle>Contoh CSS</tittle>
<style>
Img { Margin-top: 10px;
Float: left;
Clear: both;
width:200px;
height:200px;}
</style>
</head>
<body>
Contoh CSS pada gambar (img)<br>
<img src="brokoli.jpg" >
<img src="tomat.jpg">
<img src="paprika.jpg">
</body>
</html>
2) Cascading style sheet Gambar untuk background 
Seperti penambahan warna latar, penambahan gambar latar belakang juga dilakukan dengan menggunakan dua properti, yaitu background dan background-image. Nilai yang diisikan untuk properti ini ialah url dari gambar, relatif terhadap file CSS, sama seperti pada penambahan font.
  div { background: url(“latar.png”); background-image: url(“latar.png”);} 
kesalahan tersebut bekerja, simpan dan jalankan kode Namun, penambahan gambar dengan cara di atas akan memberikan masalah ketika ukuran gambar tidak sama dengan ukuran elemen. Gambar akan ditampilkan berulangkali, secara horizontal maupun vertikal, jika ukuran elemen lebih besar dari ukuran gambar. Untuk dapat melihat bagaimana berikut :
<html>
<head>
<title>Background Image Goes Wrong</title>
<style type="text/css">
#utama{backgroundimage:url(kiwi.jpg);height:600px;width:800px;}
</style>
</head>
<body>
<div id="utama">
</div>
</body>
</html>
Karena ukuran asli gambar adalah 50px X 50px sedangkan ukuran background yang diinginkan adalah 800px X 600px maka gambar akan ditampilkan berulang-ulang sampai terpenuhi ukuran background 800px X 600px 

Adakalanya perulangan tampilan gambar otomatis ini tidak diinginkan. Untuk itu
dapat menggunakan properti background-repeat untuk mengatur bagaimana
perulangan kode ingin dilakukan. Terdapat empat nilai yang dapat diisikan pada
properti background-repeat, yaitu repeat, no-repeat, repeat-x, dan repeat-y.
Seperti namanya, no-repeat menghilangkan perulangan, repeat-x memberikan
perulangan hanya pada sumbu x (horizontal), dan repeat-y memberikan
perulangan hanya pada sumbu y (vertikal). Listing Kode CSS di bawah akan
menghilangkan perulangan pada sumbu x dan sumbu y, sehingga kiwi,jpg
hanya akan ditampilkan satu kali :
#utama {background-image: url(kiwi.jpg);
 background-repeat: no-repeat;
 height: 600px;width: 800px;}

3) Cascading style sheet untuk menyisipkan gambar 
Adakala saat membuat halaman web yang berisi artikel diperlukan gambar yang mendukung artikel tersebut. Agar terlihat rapi dan menarik maka gambar yang disisipka perlu diberi CSS. 
<html>
<head>
<title>
CSS image placement
</title>
<style >
#headline1 { background-image: url(kiwi.jpg);
 background-repeat: no-repeat;
 background-position: left top;
 padding-top:68px;
 margin-bottom:50px; }
#headline2 { background-image: url(kiwi.jpg);
 background-repeat: no-repeat;
 background-position: left top;
 padding-top:68px; }
</style>
</head>
<body>
<div id="headline1">CSS (versi sekarang adalah CSS3)
banyak dilibatkan dalam dokumen Web.
Kegunaannya adalah untuk memformat dokumen.
Sebagai contoh, warna teks atau bahkan warna
latarbelakang bisa diatur melalui CSS.
</div>
<div id="headline2">Namun, tentu saja kegunaan CSS jauh
lebih</div>
</body>
</html>
4) Cascading style sheet pada tampilan video 
             Untuk penerapan Cascading style shee pada elemen video dapat dituliskan secara inline seperti contih berikut ini : 
<html>
<head>
<title>Test</title>
</head>
<body>
<video controls="controls" style="display:block; margin:
0 auto; width:400px ; heigth:400;" >
<source src="movie.mp4" type="video/mp4" />
Your browser does not support the video tag.
</video>
</body>
5) Cascading style sheet video embed dari youtube       Penyajian video juga bisa memanfaatkan elemen iframe yang dilinkkan ke alamat video tertentu , misalnya www.youtube.com. Berikut adalah penerapan CSS secara embed untuk menampilan video dari youtube.
<html>
<head>
<title>Test</title>
<style>
.videoWrapper { position: relative;
 padding-bottom: 56.25%; /* 16:9 */
 padding-top: 25px;
 height: 0; }
.videoWrapper iframe { position: absolute;
 top: 0;
 left: 0;
 width: 100%;
 height: 100%; }
</style>
</head>
<body>
<div class="videoWrapper">
<!-- Copy & Pasted from YouTube -->
<iframe width="560" height="349"
src="http://www.youtube.com/embed/n_dZNLr2cME?rel=0&hd=1"
frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
</div>
</body>
</html>

Format Tampilan

Menyajikan Cascading Style Sheet untuk Memformat Tampilan Teks 
\

       Agar lebih menarik, mudah dalam hal pengaturans serta editing, teks pada sebuah halaman web dapat diberikan sytle dalam kemasan CSS. Pengaturan style tersebut meliputi banyak properti, diantaranya adalah pewarnaan, pemilihan font, spasi dan lain sebagainya. Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
  • Color                       Mengatur warna dari teks 
  • Direction               Menentukan arah tulisan/teks 
  • letter-spacing       Menambah ataupun mengurangi spasi antar karakter dalam teks 
  • line-height             Mengatur tinggi baris teks 
  • text-align               Menentukan batas teks secara horisontal 
  • text decoration     Menentukan dekorasi/hiasan pada teks 
  • text-indent             Menentukan jarak inden dari baris pertama dalam teksblok 
  • text-shadow          Menentukan efek bayangan pada teks 
  • text transform      Mengatur huruf besar-huruf kecil dari teks
  • unicode-bidi         Untuk mengeset unicode 
  • vertical-align        Menentukan batas teks secara horisontal 
  • white-space          Menentukan penulisan white-space pada elemen 
  • word-spacing       Menambah ataupun mengurangi spasi antar kata dalam teks 
1) Pengaturan warna pada teks/color CSS dapat terapkan untuk mengatur warna dari teks.
Pengaturan warna teks dengan CSS dapat menggunakan nilai warna sebagai berikut :
  nilai HEX  misalnya, "#ff0000"
  nilai RGB  misalnya, "rgb(255,0,0)"
  nama dari warna tersebut  misalnya "red"
Format penulisan untuk pemberian warna pada text menggunakan CSS adalah sebagai berikut : selector {color:nilai warna}

Berikut adalah contoh penulisan warna pada teks yang dituliskan secara embeded
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
body {color:red;}
h1 {color:#00ff00;}
p.ex     {color:rgb(0,0,255);}
</style>
</head>
<body>
<h1>ini adalah heading 1</h1>
<p>ini adalah paragraph, ditulis dengan warna merah. Default text-color didefinisakan pada body selector.</p>
<p class="ex">ini adalah paragraph with class="ex". dan warnateks biru.</p>
</body>
</html>

2) Pengaturan spasi antar karakterf/letter-spacing 

        Salah satu style dari CSS adalah letter-spacing yang dapat digunakan untuk memberikan jarak (spasi) antar karakter atau huruf. Format penulisan CSS untuk pengaturan jarak (spasi) antar karakter atau huruf adalah sebagai berikut : selector { letter-spacing:nilai spasi;}
Besarnya nilai spasi dapat ditentukan dalam satuan cm maupun px. Berikut ini
adalah contoh penerapan dari style tersebut :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Format Text </TITLE>
<STYLE ="text/css">
p {letter-spacing: 0.5cm} 
h4 {letter-spacing: -2px}   
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<p>Pengaturan Spasi Pada Paragraph</p>
<h4> Header 4</h4>
</BODY>

</HTML>

3) Pengaturan bentuk-bentuk teks/decoration
        Pengaturan bentuk teks menggunakan properti text-decoration bertujuan untuk mengatur atau menghapus dekorasi dari teks. Format penulisan CSS untuk mengaturan dekorasi teks adalah sebagai berikut :                           selector {text-decoration : nilai text-decoration }

 Nilai dari text-decoration dapat berupa overline, line-through, underline dan none yang berarti tanpa dekorasi . Berikut ini adalah contoh penerapan dari style tersebut
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Format Text </TITLE>
<STYLE ="text/css">
em {text-decoration : overline}
h2 {text-decoration: line-through}
h3 {ttext-decoration: underline}
 a {text-decoration: none}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<em>Bentuk Overline</em>
<h2>Header 2, Bentuk Line-through</h2>
<h3>Header 3,Bentuk Underline</h3>
<p><a href="http://www.bem.akakom.ac.id">Penggunaan Dalam Link,Nilai NONE</a></p>
</BODY>
</HTML>


4) Pengaturan spasi antar kata/word-spacing

Salah satu style dari CSS adalah word-spacing yang dapat digunakan untuk
memberikan jarak (spasi) antar kata. Format penulisan CSS untuk pengaturan
jarak (spasi) antar karakter atau huruf adalah sebagai berikut :
selector { word-spacing:nilai spasi;}
Besarnya nilai spasi dapat ditentukan dalam satuan cm maupun px. Berikut ini
adalah contoh penerapan dari style tersebut :
Bila listing kode diatas dijalankan akan menghasilkan tampilan seperti berikut,
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Format Text </TITLE>
<STYLE ="text/css">
p {word-spacing: 1cm}
h2 {word-spacing: 5px}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<p>Pengaturan Spasi per Kata sebesar 1 cm</p>
<h22> Peregangan Header 2 sebesar 5 px</h2>
</BODY>
</HTML>


5) Pengaturan jarak indentasi paragraph/text-indent
Text-indent menentukan jarak inden dari baris pertama dalam teks-blok, sehingga teks pada baris pertama terlihat lebih menjorok kedalam dibanding teks pada baris yang lain. Format penulisan untuk pengaturan jarak indentasi text adalah sebagai berikut : selector { text-indent:nilai indent} Besarnya nilai spasi dapat ditentukan dalam satuan cm maupun px. Berikut ini adalah contoh penerapan dari style tersebut :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Format Text </TITLE>
<STYLE ="text/css">
p {text-indent: 2cm }
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<p>Dengan text indent. Form adalah salah satu bentuk halaman web yang digunakan untuk menerima masukan dari pengguna, untuk selanjutnya masukan dari pengguna tersebut diolah menggunakan bahasa pemrograman web, baik secara server side scripting(misalkan PHP, JSP) ataupuun client-side scripting (javascript).</p>

Tanpa text indent. Form adalah salah satu bentuk halaman web yang digunakan untuk menerima masukan dari pengguna,untuk selanjutnya masukan dari pengguna tersebut diolah menggunakan bahasa pemrograman web,baik secara server side scripting(misalkan PHP, JSP) ataupun client-side 
</BODY>
</HTML>

6) Pengubahan huruf besar dan huruf kecil dari sebuah teks/text-transform
Teks-transform properti digunakan untuk menentukan huruf besar dan kecil
dalam teks. Format penulisan CSS untuk pengaturan text indent adalah
sebagai berikut :
selector { text-transform:nilai text transform}
Nilai text transform dapat diisi dengan uppercase,lowercase, capital. Pada
listing kode berikut terlihat CSS dituliskan dalam bentuk CLASS p.besar, p.kecil
dan p.kapital. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengaturan yang berbeda
pada paragrafnya.
<STYLE ="text/css">
p.besar {text-transform: uppercase}
p.keciil {text-transform: lowercase}
p.kapital {text-transform: capitalize}
Berikut ini adalah contoh penerapan dari style tersebut :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Format Text </TITLE>
<STYLE ="text/css">
p.besar {text-transform: uppercase}
p.kecil {text-transform: lowercase}
p.kapital {text-transform: capitalize}
</STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<p class="besar">
pengubahan menjadi huruf Besar (Kapital)
</p>
<p cllass="kecil"> 
PENGUBAHAN MENJADI HURUF KECIL</p>
<p class="kapital">
huruf kapital pada setiap awal kata
</p>
</BODpital">
huruf kapital pada setiap awal kata
</p>
</BODpital">
huruf kapital pada setiap awal kata
</p>
</BODY>
</HTML>

7) Pemberian efek bayangan pada teks/Text shadow
Text-shadow digunakan untuk memberikan efek bayang pada sebuah teks.
Berikut adalah format penulisan CSS dengan text-shadow
Selector { text-shadow: koordinatX koordinatY
nilaiWarnaTeksBayangan;}
Contoh : penulisan text shadow
h1 { text-shadow: 2px 2px #ff0000; }
Berikut ini adalah contoh penerapan dari style tersebut :
<!DOCTYPE html>
<html>
<heaad>
<style>
h1 {text-shadow:2px 3px #FF0000;}
</style>
</head>
<body>
<h1>Efek Text-shadow </h1>
<p><b>Catatan:</b> Internet Explorer Versi 9 dan
sebelumnya tidak support pada text-shadow property.</p>
</body>
</html>

8) Pengaturan Text Alignment
Properti text-align digunakan untuk mengatur alignment horizontal teks. Teks
dapat ditulis rata kiri, rata kanan, rata kanan kiri ataupun ditulis center. Ketika
text-align diset “justify", setiap baris memiliki lebar yang sama, dan margin kiri
dan kanan lurus (seperti di majalah dan surat kabar). Format penulisan CSS
untuk text alignment
selector {text-align:nilai text-align;}
Berikut adalah contoh dari penulisan style text-align yang disisipkan di selector
                                                     h1 dan paragraf.
                                                     h1 {text-align:center;}
                                                     p.tanggal {text-align:right;}
                                                     p.utama {text-align:justify;}
pada selector p.tanggal dan p.utama artinya CSS akan diberikan ke paragraf dengan pemanggilan kelas “tanggal” dan “utama”. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada contoh berikut :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
h1 {text-align:center;}
p.tanggal {text-align:right;}
p.utama {text-align:justify;}
</style>
</head>
<body>
<h1>Contoh CSS text-align</h1>
<p class="tanggal">07 Desember 2013</p>
<p class="utama">Properti text-align digunakan untuk
mengatur alignment horizontal teks.
Teks dapat ditulis rata kiri, rata kanan, rata kanan
kiri ataupun ditulis center. Ketika text-align diset
“justify", setiap baris memiliki lebar yang sama, dan
margin kiri dan kanan lurus (seperti di majalah dan surat
kabar).
Format penulisan CSS untuk text alignment.selector {textalign:nilai
text-align;}
Berikut adalah contoh dari penulisan style text-align
yang disisipkan di selector h1 dan paragraf.
h1 {text-align:center;}
p.tanggal {text-align:right;}
p.utama {text-align:justify;}
pada selector p.tanggal dan p.utama artinya CSS akan
diberikan ke paragraf dengan pemanggilan kelas “tanggal”
dan “utama”. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
contoh berikut :</p>
<p><b>Catatan:</b> Baris ini adalah contoh penulisan tanpa
CSS</p>
</body>
</html>

Macam Macam CSS

Macam Macam CSS

A. Inline Style Sheet

     CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..." dalam tag HTML tersebut. Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan mempengaruhi tag HTML yang lain. Contoh penulisan CSS secara inline style sheet, CSS berikut mengatur style di elemen

atau paragraf.
<p align="center" style="color:#303; ffont-size:24px">SMK</p>
Saat penulisan CSS diatas, listing kode CSS langsung dipasang di tag HTML, namun hal tidak direkomendasikan karena akan menyulitkan pengaturan style jika terjadi perubahan tampilan website dikemudian hari

B. Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag
<body>, lebih tepatnya didalam tag <head>

<html>
<head>
</style>
</head><html>
<head>
<style>
input.btn
 {color: #fff;
background: #ffa20f;
border: 2px outset #BBD16D;
font-family: "calibri", Times, serif;
font-size: 14px;
font-weight: bold;
 width : auto;}
<body>
<table>
<tr>
<td><form >
<p><label for="nama">Username</label>
xt" id="nama" />
</p>
<p>
<label for="KTP
<input type="te
P">Password</label>
<input type="text" id="KTP" />
</p>
<p>
<input type="submit" value="Login" class="btn"
onClick=parent.location="Home_Iframe.htm" />
</head>
</html>

Pada listing kode diatas, penerapan style diberikan pada komponen input
button hal ini ditandai dengan pembuatan CSS dengan nama “input.btn”
didalam tag <style></style>
<style>
input.btn
{ …….}
Di bagian body terdapat penerapan CSS dengan cara memanggil nama class
nya

C. External Style Sheet 

<input type="submit" value="Login" class="btn"
onClick=parent.location="Home_Iframe.htm" />
 CSS didefinisikan secara terpisah pada file yang berbeda. Dan selanjutnya file atau halaman web yang ingin menerapkan style pada file CSS tersebut tinggal memanggil file CSS tersebut. Cara ini umumnya digunakan pada satu aplikasi berbasis web sehingga tampilan antar halaman akan terlihat konsisten.File yang berisi style CSS disimpan dalam format *.css. Dari gambar diatas dapat dilihat file CSS ditempatkan dalam satu folder yang sama dengan file HTML.

Kamis, 07 April 2016

Pengertian CSS

Pengertian CSS


1. Definisi dan fungsi cascading style sheet

      Cascading Style Sheet atau lebih sering disebut dengan istilah CSS merupakan salah satu dokumen website yang bertujuan untuk mengatur gaya (style) tampilan website.
      CSS bukanlah sebuah bahasa pemrograman, melainkan sebuah aturan untuk mengendalikan beberapa komponen pada web sehingga akan lebih terstruktur, seragam dan mudah dalam pengaturan saat pendesain sebuah halaman web. CSS merupakan sekitar pembuatan dan pengaturan style font, warna, jarak, bentuk, dan lain-lain yang tidak dapat dilakukan dengan elemen - elemen HTML. Dapat dikatakan bahwa CSS merupakan pengembangan dari HTML dalam hal format dokumen web. Adanya CSS memudahkan kita untuk mengatur dan memilih sebuah website dan tampilannya karena CSS memisahkan antara bagian presentasi dan isi dari web yang dibuat.

      Selain itu dengan penggunaan dari CSS dalam pembuatan web akan memberikan beberapa manfaat seperti berikut ini :

  Kode HTML menjadi lebih sederhana dan lebih mudah diatur.
  Ukuran file menjadi lebih kecil sehingga load file lebih cepat.
  Mudah untuk mengubah tampilan, hanya dengan mengubah file CSS saja.
  Dapat berkolaborasi dengan JavaScript dan merupakan pasangan setia HTML.
  Dapat digunakan dalam hampir semua jenis web browser. Pemrograman Web


2. Anatomi dari cascading style sheet

       Bagian – bagian utama dari sebuah CSS itu terdiri dari tiga bagian yaitu: selector, property, value. Jika dalam HTML dikenal ada tag-tag yang menyusun sebuah dokumen HTML maka dalam CSS juga dikenal dengan sebutan selector.


  • Selector 
- nama-nama yang diberikan untuk style-style yang berbeda, baik itu style internal maupun eksternal - bagian elemen HTML yang akan ditunjuk untuk mengatur style
- dapat berupa class dan ID

  • Property
- aturan dalam CSS untuk mengubah selector yang dipilih
- property mempunyai nilai yang disebut dengan value
- properties di dalam tanda { }

  • value.
- Merupakan nilai dari property CSS
       CSS memiliki aturan tersendiri dalam penulisan sintaks. Penulisan sintaks tersebut terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: selector, property, dan value.


Contoh
Format penulisan bagian-bagian dari CSS dapat dituliskan sebagai berikut :

Selector{ Property : value; }

Berikut ini sedikit contoh penggunaan selektor, property, dan value untuk mengatur style pada sebuah 
form form{ margin-left:0; } 


             Dari contoh penggunaan selector, property, dan value di atas maka tiap bagian akan di jelaskan sebagai berikut :
 - form : selector yang akan di atur stylenya
 - margin-left : property yang digunaka
n untuk jarak fieldset dari batas kiri layout
 - 0 : nilai dari property margin-left

3. Cara Kerja cascading style sheet

      Cara kerja CSS dimulai saat deklarasi style yang diinginkan dengan menulis style (selektor, id dan class), maka secara otomatis style tersebut akan bekerja pada dokumen HTML. Dengan mengatur selektor, id, dan class, untuk kemudian id dan class tersebut kita sesuaikan dan terapkan pada kode HTML . Dan secara otomatis pula CSS itu akan bekerja pada file HTML.

Pendefinisian style bisa dilakukan pada tag <style>. Di dalam pasangan tag
tersebut, pendefinisian style dilakukan dengan bentuk Selector { … }.
      Dalam hal ini, selector bisa berupa selector HTML, selector kelas, atau selector ID. Selector HTML mendefinisikan style bagi suatu tag HTML.
 Contoh di depan menggunakan selector HTML beruma img. Bentuk umumnya :
Contoh :    Nama-elemen { … }h:
                 Contoh : Img { Margin-topi: 10px; Float: left; }

Selektor class mendefinisikan kelas yang bisa berlaku untuk sebarang tag HTML. Bentuknya:
 Contoh : .nama-class { … } 
 Contoh : .kotak { Border: solid; }

Selector ID mendefinisikan style bagi elemen yang memiliki ID sesuai yang tercantum dalam selector. Bentuknya: #id { … }
 Contoh : #inggris {Font-weight:bold;Fontsize:1.2em;}

E-mail Newsletter

Sign up now to receive breaking news and to hear what's new with us.

Recent Articles

© 2014 pemprograman web. WP themonic converted by Bloggertheme9. Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger
TOP